Nama Steven Wongso tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah pernyataannya yang kontroversial mengenai martabak. Dalam sebuah konten, ia menyebut bahwa penjual martabak bisa disamakan dengan pengedar narkoba karena kandungan gula yang tinggi dinilai berbahaya bagi kesehatan.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari publik. Banyak netizen menilai bahwa perbandingan tersebut tidak tepat dan cenderung berlebihan. Bahkan, sebagian pihak menganggap ucapan tersebut dapat merugikan pelaku usaha kuliner kecil yang menggantungkan hidup dari penjualan martabak.

Dalam penjelasannya, Steven Wongso menyoroti bahaya konsumsi gula berlebih yang dapat memicu berbagai penyakit seperti diabetes dan obesitas. Ia menyebut bahwa dampak jangka panjang dari pola makan tidak sehat bisa lebih serius dari yang dibayangkan.
Baca juga: Fakta Kehamilan Lindi Fitriyana Terungkap, Eva Manurung: Cucu dari Virgoun Adalah Berkat
Namun, pendekatan komunikasi yang digunakan justru menjadi sorotan. Alih-alih memberikan edukasi kesehatan secara bijak, pernyataan tersebut dianggap menyinggung dan memicu kesalahpahaman di masyarakat. Reaksi negatif pun bermunculan, bahkan ada seruan untuk memboikot konten terkait .
Kontroversi ini menjadi pengingat penting bahwa edukasi kesehatan perlu disampaikan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan polemik. Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tetap bijak dalam mengonsumsi makanan manis tanpa harus menyudutkan pihak tertentu.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kekuatan media sosial dapat dengan cepat mengangkat isu menjadi viral, sekaligus menjadi pelajaran bagi para kreator dalam menyampaikan pesan kepada publik.