Scroll TikTok semalam, aku ketemu satu topik yang ramai banget dibahas: pesta ulang tahun Hanum Mega di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Awalnya aku pikir cuma pesta biasa, ternyata rame karena banyak netizen yang nge-cap acaranya tone deaf alias nggak peka sama kondisi ekonomi sekarang.
Aku sendiri baru sadar keramaian ini pas buka Threads. Ada akun @keyoo__notes yang nanya, “Hanum Mega kenapa gak di-cancel? Tone deaf banget gak tuh in this economy?!” Wah, langsung deh jadi perdebatan panjang di kolom komentar.
Baca juga: Geger! Intip Profil & Biodata Hanum Mega, Selebgram yang Berani Bongkar Perselingkuhan Suami
Ternyata Ada 50 Vendor yang Kerja
Nah, yang bikin aku agak mikir adalah respons Hanum-nya. Dia nggak diem aja. Hanum justru ngejelasin kalau pesta itu bukan cuma buat dia seneng-seneng, tapi ada banyak orang yang ikut kerja di situ.
“Gw bikin acara gini lebih dari 50 vendor ikut serta di acara yang gw buat,” katanya, seperti yang aku baca di beberapa postingan, Selasa (22/9/2026).
Bahkan, dia juga nggak ragu nyentil balik netizen yang nge-cap dia tone deaf. “Gak usah dijelasin deh apa yang mereka dapat, otak lu gak akan nyampe buat mencerna. Gak usah ngumpet di balik kata in this economy,” lanjutnya.
Dari situ aku baru ngeh, Hanum juga share daftar vendor yang terlibat. Ada katering, dekor, sound system, sampai tim dokumentasi. Jadi menurut dia, acara ini bukan sekadar perayaan pribadi, tapi juga kegiatan yang melibatkan banyak pekerja dan pelaku usaha.
Istilah ‘tone deaf’ sendiri dipakai netizen buat ngegambarin pesta mewah di tengah kesulitan ekonomi. Tapi Hanum lihatnya dari sisi lain: ada puluhan vendor dan pekerja yang dapet manfaat finansial dari acara itu. Utas kritik yang awalnya viral itu pun sekarang kayaknya udah dihapus, setelah dapet respons langsung dari Hanum.
Baca juga: Buka Instagram Pagi-Pagi, Feed Gue Penuh Sama Pesta Y2K-nya Hanum Mega!
Kesimpulan
Jujur, aku sendiri masih bingung mau tim yang mana. Di satu sisi, pesta mewah di tengah ekonomi susah emang bisa bikin orang sensitif. Tapi di sisi lain, kalau ada 50 vendor yang dapet kerjaan, ya nggak bisa dibilang nggak ada dampak positifnya, kan? Yang jelas, sensitivitas sosial dan dampak ekonomi dari acara besar emang jadi topik yang sensitif di in this economy yang serba menantang ini.