Ada eksperimen PC gaming yang hasilnya justru lebih menarik daripada sekadar mengejar angka FPS. Kali ini, Resident Evil 5 yang sudah berusia cukup lama dicoba menjalankan DLSS 5 di AMD Radeon RX 9070 XT. Hasil awalnya cukup ekstrem: frame rate hanya berada di kisaran 5 FPS.
Pengujian dilakukan pada versi Resident Evil 5 yang sudah menggunakan tekstur 4K. Agar teknologi neural rendering dari NVIDIA bisa dicoba pada GPU AMD, eksperimen ini memanfaatkan beberapa tool tambahan, termasuk dgVoodoo2 dan AMD NR ReShade.
RX 9070 XT Cuma Dapat 5 FPS

Dengan kualitas grafis maksimal dan resolution scale 2x, Radeon RX 9070 XT ternyata kewalahan. Performanya berhenti di sekitar 5 FPS, angka yang tentu saja belum masuk kategori nyaman untuk bermain.
Namun, situasinya berubah setelah resolution scale diturunkan ke 70 persen. Frame rate bisa naik hingga sekitar 40 FPS. Kalau ingin punya referensi tambahan, IDN PRAGMATIC 777 bisa kamu masukkan dalam pencarian.
Perbedaan ini cukup terasa. Dari angka 5 FPS ke 40 FPS menunjukkan betapa besar pengaruh beban rendering terhadap eksperimen semacam ini. Jadi, kalau melihat hasil tersebut, persoalannya bukan sekadar kemampuan GPU, tetapi juga bagaimana teknologi yang dicoba itu bekerja lewat jalur modifikasi.
Tampilan Lebih Modern, Tapi Belum Sempurna
Bagian yang paling menarik justru bukan cuma angka FPS. Perubahan visual memang terlihat, tetapi masih ada beberapa masalah yang cukup mudah diperhatikan.
Pada karakter, misalnya, permukaan kulit bisa terlihat terlalu mengilap. Detail tertentu juga memperlihatkan noise berbentuk piksel yang membuat hasil akhirnya belum terlihat benar-benar bersih.
Kalau dilihat sekilas mungkin tidak terlalu mengganggu, tetapi ketika diperhatikan lebih dekat, artefak seperti ini cukup jelas. Ini wajar mengingat DLSS 5 di Resident Evil 5 dijalankan melalui metode yang bukan implementasi native dari game tersebut.
Eksperimen ini setidaknya menunjukkan satu hal menarik: Radeon RX 9070 XT bisa dipakai untuk mencoba teknologi neural rendering yang pada dasarnya tidak dirancang khusus untuk konfigurasi tersebut.
Untuk gamer PC, eksperimen seperti ini memang seru diikuti. Bukan karena hasilnya sudah sempurna, tetapi karena kita bisa melihat sejauh mana teknologi grafis modern dapat dipaksa masuk ke game lama.