Siapa sih yang nggak kenal dengan Afgan? Penyanyi berlesung pipit dengan suara emas ini sekarang sudah menjadi salah satu musisi papan atas di tanah air. Tapi, tahu nggak kalau perjalanan kariernya di industri musik Indonesia penuh dengan perjuangan yang tak terduga?
Jauh sebelum dirinya bisa menggelar konser tunggal megah di stadion atau gedung bioskop besar, penyanyi bernama lengkap Afgansyah Reza ini ternyata pernah merasakan panggung yang sangat sederhana. Menariknya, bayaran pertama yang ia terima saat manggung di tahun 2007 silam ternyata bukan berupa uang tunai, melainkan voucer makan!
Nostalgia Manggung di Pusat Perbelanjaan
Kisah unik ini dibagikan langsung oleh sang pelantun lagu “Sadis” saat mengenang masa-masa awal ia merintis karier di dunia tarik suara. Pada tahun 2007, ia sempat mendapatkan kesempatan rutin untuk tampil di area kuliner sebuah pusat perbelanjaan di Tangerang.
“Jadi dulu pertama kali manggung itu di Lippo Mall Karawaci. Dan itu beberapa kali ya, di Lippo Karawaci waktu tahun 2007. Ingat banget bayaran pertamanya itu voucer makan di Lippo Mall,” ungkap Afgan.
Penyanyi pop pria Indonesia ini menceritakan bahwa saat itu dirinya dijadwalkan mengisi acara sebulan sekali, tepatnya setiap hari Jumat. Karena statusnya yang masih menjadi pendatang baru dan belum meluncurkan lagu hits Afgan sendiri, ia harus membawakan karya-karya dari musisi lain demi menghibur pengunjung yang datang.
Beberapa lagu barat dari musisi legendaris seperti John Mayer, hingga lagu-lagu pop lokal milik Marcell Siahaan dan Glenn Fredly kerap menjadi andalannya saat tampil di atas panggung kecil tersebut.
Melatih Mental Lewat Panggung yang Sepi

Perjalanan menjadi seorang bintang memang tidak ada yang instan. Pria berusia 37 tahun ini juga blak-blakan bahwa penampilannya di masa lalu sering kali tidak ditonton oleh siapa pun. Area foodcourt yang menjadi tempatnya bernyanyi terkadang kosong melompati ekspektasi penonton pada umumnya.
Namun, alih-alih patah semangat, kondisi tersebut justru ia jadikan sebagai ajang tips melatih mental penyanyi agar tetap profesional dalam situasi apa pun.
“Enggak ada yang nonton sih, kosong. Tapi itu melatih mental banget buat aku. The show must go on. Dari situ aku belajar banyak sih, awal-awal pengalaman,” tambahnya.
Hebatnya lagi, saat itu ia tampil dengan modal yang sangat minim. Tanpa kawalan manajemen ataupun iringan live band, ia bernyanyi hanya dengan mengandalkan minus one (rekaman instrumen). Menurutnya, proses pahit-manis seperti ini adalah modal penting yang sejatinya wajib dirasakan oleh setiap musisi baru agar memiliki fondasi mental yang kuat.
Menuju Konser Retrospektif 18 Tahun Berkarier
Kini, setelah melewati perjalanan panjang selama 18 tahun di panggung hiburan, kerja kerasnya telah membuahkan hasil yang luar biasa. Sebagai bentuk selebrasi atas dedikasi dan konsistensinya, dalam waktu dekat ia akan menyapa para penggemar lewat sebuah pertunjukan spesial.
Sebuah konser musik Jakarta bertajuk “Retrospektif” dijadwalkan bakal digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 18 Juli 2026 mendatang. Konser ini tentu akan menjadi rangkuman perjalanan emosionalnya dari seorang remaja yang dibayar voucer makan, hingga menjadi salah satu penyanyi Indonesia terpopuler saat ini.