Kasus yang melibatkan kreator konten Bigmo dan selebgram Azizah Salsha akhirnya memasuki babak baru. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik, Bigmo secara terbuka menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya.
Permintaan maaf tersebut diunggah pada 31 Maret 2026. Dalam pernyataannya, Bigmo mengakui bahwa konten yang dibuatnya sebelumnya memuat informasi yang tidak sesuai fakta. Ia juga menyampaikan penyesalan mendalam kepada Azizah Salsha dan keluarganya atas dampak yang ditimbulkan.

Kasus ini sendiri bermula sejak Agustus 2025, ketika Bigmo bersama rekannya diduga menyebarkan narasi yang menyentuh ranah pribadi Azizah. Konten tersebut kemudian viral dan memicu polemik luas di media sosial. Setelah melalui proses penyelidikan, pihak berwenang akhirnya menetapkan Bigmo sebagai tersangka.
Menariknya, respons dari Azizah Salsha terbilang cukup bijak. Ia menerima permintaan maaf tersebut dan berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bersama, terutama dalam menggunakan platform digital secara bertanggung jawab.
Baca juga: Clara Shinta Ogah Labrak Pelakor, Bongkar Alasan Usai Suami Diduga VCS
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para kreator konten. Di era digital yang serba cepat, informasi yang disampaikan ke publik harus memiliki dasar yang jelas dan tidak merugikan pihak lain. Kesalahan kecil dalam konten bisa berujung konsekuensi hukum yang serius.
Dengan adanya permintaan maaf ini, diharapkan konflik dapat mereda dan kedua belah pihak bisa menyelesaikan masalah secara baik-baik. Publik pun kini menanti bagaimana kelanjutan kasus ini, apakah akan berakhir damai atau tetap berlanjut ke proses hukum berikutnya.