Akhirnya, saga transfer Marselino Ferdinan tuntas juga. Persija Jakarta resmi nge-announce kalau mereka udah dapetin gelandang timnas Indonesia itu dari Oxford United, tepat sebelum jendela transfer musim panas Super League 2026-2027 ditutup.
Jujur, gue udah nungguin momen ini dari beberapa minggu lalu. Rasanya kayak nungguin sesuatu yang udah pasti tapi belum diumumin aja. Dan bener aja, lewat postingan di sosial media mereka, Macan Kemayoran nyambut kedatangan Lino dengan caption singkat: “Welcome to Persija, Marselino Ferdinan!” — ini jadi penanda kalau karier pemain 22 tahun itu di Eropa udah resmi berakhir setelah sekitar tiga setengah tahun merantau.
Oxford United Akhirnya Buka Suara
Nah, yang bikin gue agak kaget — Oxford United ternyata nggak tinggal diam. Biasanya klub Eropa kalau lepas pemain Asia tuh suka silent, tapi kali ini mereka kasih pernyataan perpisahan yang cukup manis lewat akun Instagram resmi klub.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa Marselino Ferdinan telah meninggalkan Klub dan bergabung dengan tim Persija Jakarta dari Liga Super Indonesia,” tulis Oxford United.
“Terima kasih, Lino!” lanjut mereka.
Kalau gue flashback ke dua tahun lalu, waktu Lino pertama kali gabung Oxford, gue sempat berharap dia bakal jadi terobosan baru pemain Indonesia di Inggris. Tapi kenyataan berkata lain. Selama dua musim berseragam The U’s, dia cuma tampil dua kali — sekali di EFL Championship dan sekali di Piala FA. Total menit bermain? Cuma 14 menit. Sisanya, dia lebih sering menghangatkan bangku cadangan atau turun ke tim akademi. Sebelumnya, dia juga sempat dipinjamkan ke klub Slovakia, AS Trencin, tapi performanya juga dianggap belum maksimal.
Kata Lino soal Persija
Saat ini, Marselino Ferdinan masih fokus pemulihan pasca cedera. Gue pribadi penasaran, apakah dia bakal langsung fit atau butuh waktu adaptasi lagi. Tapi yang jelas, dia optimis bisa kasih yang terbaik buat Persija Jakarta.
“Yang pasti sekarang saya melihat tim yang bener-benar serius dan bisa memaksimalkan potensi saya,” ujar Lino.
Baca pernyataan itu, gue ngerasa ada ketulusan di situ. Kayak orang yang udah capek duduk di bangku cadangan dan pengen buktiin kalau dia masih punya sesuatu yang berharga. Buat Persija, ini jelas rekrutan gede — nggak cuma soal skill, tapi juga branding dan daya tarik buat fans.
Apa Artinya Buat Semua Pihak?
Buat Oxford United, ini artinya mereka resmi kehilangan proyek jangka panjang yang nggak pernah bener-bener kepakai. Sedikit disayangkan sih, tapi ya namanya juga sepak bola, kadang nggak semua pemain cocok dengan sistem klub.
Buat Persija, ini kesempatan dapetin pemain muda dengan pengalaman Eropa yang bisa jadi motor serangan. Gue yakin banyak Jakmania yang udah nggak sabar ngeliat aksi Lino di lapangan.
Buat Marselino, ini momen rebranding karier — dari pemain yang jarang main di Inggris, jadi bintang yang diharapkan bisa bersinar di kandang sendiri. Kalau gue jadi dia, mungkin gue juga bakal milih langkah yang sama.
Yang jelas, saga transfer ini jadi salah satu cerita paling ramai di bursa transfer Indonesia 2026. Tinggal kita tunggu, apakah Lino bisa jawab ekspektasi besar yang udah ditaruh di pundaknya.