Film Supergirl akhirnya resmi hadir sebagai salah satu proyek penting dalam semesta baru DC. Dibintangi oleh Milly Alcock, film ini mencoba menghadirkan sosok Kara Zor-El dengan nuansa yang lebih gelap, emosional, dan jauh berbeda dari bayang-bayang sang sepupu, Superman.
Namun setelah berbagai ulasan bermunculan, satu hal yang paling sering disorot adalah performa Milly Alcock yang dianggap menjadi kekuatan utama film ini. Sementara itu, kualitas cerita dan eksekusi keseluruhan masih memunculkan perdebatan di kalangan kritikus dan penggemar superhero.
Kara Zor-El Tampil Lebih Kelam dan Penuh Luka
Berbeda dari versi Supergirl yang selama ini dikenal ceria dan optimistis, film terbaru ini memperlihatkan Kara sebagai sosok yang masih dihantui trauma masa lalu. Sebagai penyintas kehancuran Krypton, ia hidup dengan beban emosional yang besar.
Dalam cerita, Kara yang diperankan Milly Alcock digambarkan menjalani kehidupan bebas menjelajahi galaksi bersama anjing kesayangannya, Krypto. Namun kehidupannya berubah ketika ia bertemu dengan seorang gadis muda bernama Ruthye yang ingin membalas dendam atas kematian keluarganya.
Pendekatan ini membuat streaming film Supergirl full lk21 terasa berbeda dibanding banyak film superhero modern.
Baca juga: Nonton Film Colony (2026) LK21: Aksi Ji Chang Wook Bertahan Hidup dari Wabah Zombie Mutan
Performa Milly Alcock Jadi Sorotan Utama
Jika ada satu aspek yang hampir mendapat pujian dari banyak pengulas, itu adalah akting Milly Alcock.
Aktris yang sebelumnya dikenal lewat serial House of the Dragon tersebut berhasil menghadirkan Kara Zor-El sebagai karakter yang keras di luar namun rapuh di dalam.

Banyak pengamat menilai Alcock mampu menampilkan kombinasi antara kemarahan, kesedihan, humor, dan keberanian secara meyakinkan. Ia membuat penonton memahami bahwa Kara bukan sekadar “versi perempuan Superman”, melainkan karakter yang memiliki perjalanan emosionalnya sendiri.
Salah satu komentar yang sering muncul dalam berbagai ulasan dapat dirangkum sebagai berikut:
“Milly Alcock menjadi jantung utama film ini dan berhasil membuat Kara Zor-El terasa hidup.”
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana kualitas aktingnya mampu mengangkat banyak bagian film yang dianggap kurang kuat oleh sebagian kritikus.
Petualangan Antargalaksi yang Ambisius
Film ini diadaptasi dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely.
Ceritanya membawa penonton menjelajahi berbagai planet, kelompok kriminal luar angkasa, hingga konflik balas dendam yang menjadi inti perjalanan Kara dan Ruthye.
Elemen petualangan luar angkasa DC Universe ini menghadirkan suasana yang lebih mirip film road trip kosmik dibanding film superhero konvensional.
Banyak adegan juga menampilkan dunia asing dengan desain unik yang memperluas cakupan semesta DC.
Hubungan Kara dan Ruthye Menjadi Kekuatan Cerita
Selain aksi dan visual, hubungan antara Kara dan Ruthye menjadi salah satu elemen yang paling menarik.
Ruthye yang diperankan oleh Eve Ridley adalah gadis muda yang kehilangan keluarganya akibat tindakan kejam Krem.
Kara awalnya enggan terlibat, namun perlahan mulai memahami rasa sakit yang dialami Ruthye karena keduanya sama-sama pernah kehilangan orang-orang yang mereka cintai.
Tema persahabatan dalam film Supergirl ini menjadi fondasi emosional yang cukup kuat di tengah berbagai adegan aksi.
Baca juga:
Kehadiran Lobo yang Mengundang Perdebatan
Salah satu karakter yang paling menarik perhatian adalah Lobo yang diperankan oleh Jason Momoa.
Banyak penonton mengakui bahwa Momoa tampil karismatik dan menghibur. Namun sejumlah kritikus merasa kehadiran Lobo tidak terlalu penting terhadap jalannya cerita utama dan terkadang justru mengalihkan fokus dari perjalanan Kara.
Meski begitu, karakter ini tetap menjadi salah satu daya tarik terbesar bagi penggemar DC.
Villain Krem dan Konflik Balas Dendam
Tokoh antagonis utama dalam film ini adalah Krem yang diperankan oleh Matthias Schoenaerts.
Krem digambarkan sebagai kriminal kejam yang bertanggung jawab atas tragedi yang menimpa keluarga Ruthye. Konflik antara Ruthye, Kara, dan Krem menjadi pusat cerita sepanjang film.
Melalui konflik ini, film juga mencoba mengangkat pesan tentang konsekuensi balas dendam dan pentingnya memilih jalan yang benar meskipun dipenuhi rasa sakit.
Visual dan Aksi Masih Jadi Kelemahan
Meski memiliki konsep menarik, beberapa ulasan menyebut bahwa film ini masih mengalami masalah dalam bagian aksi dan ritme cerita.
Adegan pertarungan dinilai belum mampu memberikan sensasi spektakuler yang diharapkan dari film superhero berskala besar. Sebagian pengulas juga menilai efek CGI dan alur cerita kadang terasa tidak konsisten.
Karena itu, muncul pendapat bahwa nontn film DC terbaru 2026 ini memiliki ide bagus tetapi belum sepenuhnya berhasil memaksimalkan potensinya.
Kesimpulan
Supergirl 2026 menawarkan pendekatan baru terhadap karakter Kara Zor-El dengan nuansa yang lebih gelap, emosional, dan penuh luka batin. Film ini berhasil menghadirkan sosok Supergirl yang berbeda dari versi sebelumnya serta memperluas dunia DC melalui petualangan antargalaksi yang ambisius.
Meski masih memiliki beberapa kelemahan dalam cerita dan aksi, performa Milly Alcock menjadi alasan utama mengapa film ini layak untuk ditonton. Bagi penggemar DC, film ini bisa menjadi langkah penting dalam perkembangan semesta baru yang sedang dibangun.