Masalah keluarga yang sedang dihadapi oleh Insanul Fahmi tampaknya tak membuatnya ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Di tengah pengakuannya mengenai sulitnya akses untuk bertemu dengan anak semata wayangnya akibat pembatasan dari sang istri, Wardatina Mawa, Insanul memilih untuk mengalihkan fokusnya pada hal-hal yang lebih produktif.
Ketimbang membiarkan dirinya stres memikirkan konflik rumah tangga, suami siri Inara Rusli ini mengambil langkah cerdas dengan memanfaatkan momen bulan suci Ramadan. Ia kini tengah sibuk merintis peluang usaha baru di bidang kuliner, yakni bisnis takjil.
Kerinduan yang Tertahan
Dalam sebuah wawancara di kawasan Jakarta Barat pada Kamis, 19 Februari 2026, Insanul secara terbuka mengakui kerinduannya yang mendalam terhadap sang anak. Ia membenarkan bahwa pertemuannya sangat dibatasi, di mana ia mengklaim hanya diberikan waktu sekitar 20 menit oleh Wardatina Mawa.
“Kalau ditanya teringat atau kangen anak, ya pasti ada. Tapi mau bagaimana lagi?” ungkapnya pasrah.
Meskipun berat, Insanul merasa bahwa terlalu memikirkan hal yang berada di luar kendalinya saat ini hanya akan berdampak buruk pada kesehatan mentalnya. “Kadang kalau terlalu dipikirin malah jadi stres sendiri,” tambahnya.
Mengubah Masalah Menjadi Peluang Lewat Bisnis Takjil
Sebagai pelampiasan dari kerinduan dan stres yang melanda, Insanul banting setir mencari kesibukan yang bisa mendatangkan keuntungan. Momentum Ramadan dilihatnya sebagai peluang emas. Alih-alih meratapi nasib, ia mulai memikirkan skema distribusi penganan berbuka puasa.
“Aku mikir, ini kan bulan puasa, banyak orang cari takjil. Jadi bagaimana caranya aku bisa mendistribusikan kue-kue ini. Nanti bisa dijualin sama abang-abang (pedagang) dengan sistem bagi hasil,” jelas Insanul.
Bagi Insanul, bisnis takjil ini tidak hanya sekadar ladang mencari cuan di bulan suci, tetapi juga sebuah bentuk aksi sosial kecil-kecilan. Dengan sistem bagi hasil yang ia rancang, ia berharap dapat membantu membuka pintu rezeki bagi para pedagang kecil di sekitarnya. “Bagus kan hitung-hitung bantu orang juga,” pungkasnya.
Keputusan Insanul Fahmi untuk terjun ke bisnis takjil ini setidaknya menunjukkan upayanya untuk tetap waras dan produktif di tengah badai masalah keluarga yang sedang menjadi sorotan publik.
